Provinsi Jambi menyimpan kekayaan sejarah yang tak ternilai harganya melalui Kompleks Candi Muaro Jambi, dan melalui inisiatif HDCI Jambi Peduli, dikembangkan sebuah program wisata bertanggung jawab yang berfokus pada pelestarian situs warisan dunia tersebut. Program ini lahir dari kesadaran bahwa keindahan sejarah tidak boleh hanya dinikmati secara visual, tetapi juga harus dijaga keberlangsungannya agar tidak tergerus oleh waktu maupun aktivitas manusia yang tidak terkontrol. Dengan melibatkan komunitas otomotif sebagai penggerak utama, kampanye ini bertujuan untuk memberikan contoh nyata bagaimana sektor hobi dan pariwisata dapat bersinergi secara harmonis dalam upaya konservasi situs-situs arkeologi yang menjadi identitas bangsa.
Konsep wisata bertanggung jawab yang diusung dalam agenda ini mencakup berbagai aspek, mulai dari edukasi pengunjung hingga aksi nyata di lapangan. Para peserta yang berkunjung ke situs warisan dunia diingatkan untuk selalu mematuhi protokol pelestarian, seperti tidak menyentuh struktur bangunan candi secara sembarangan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Lebih dari sekadar kunjungan biasa, program ini sering kali diisi dengan kegiatan gotong royong membersihkan area situs dari sampah plastik dan penataan vegetasi yang dapat merusak struktur bata kuno. Langkah kecil namun konsisten ini memberikan dampak besar terhadap persepsi masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga warisan leluhur.
Keunikan dari gerakan ini adalah pendekatannya yang bersifat inklusif dengan merangkul masyarakat lokal di sekitar Muaro Jambi. Wisata bertanggung jawab berarti juga memastikan bahwa kehadiran wisatawan memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar. Dengan menggunakan jasa pemandu lokal dan mencicipi kuliner khas desa setempat, komunitas turut membantu memutar roda ekonomi kerakyatan secara organik. Hal ini menciptakan rasa memiliki di kalangan warga terhadap situs tersebut; jika mereka merasakan manfaat dari pariwisata, mereka akan menjadi pelindung terdepan bagi kelestarian situs warisan dunia tersebut dari ancaman kerusakan maupun pencurian artefak.
Memasuki tahun 2026, tantangan pelestarian situs sejarah di tengah modernisasi semakin kompleks. Oleh karena itu, program ini juga memanfaatkan teknologi digital untuk mendokumentasikan keindahan Candi Muaro Jambi secara edukatif. Melalui konten-konten naratif di media sosial, komunitas mengajak generasi muda untuk lebih mengenal sejarah besar Kerajaan Melayu Kuno yang pernah berpusat di Jambi. Promosi yang dilakukan bukan sekadar mengajak orang untuk datang, tetapi mengajak mereka untuk hadir sebagai wisatawan yang cerdas, santun, dan memiliki kepedulian terhadap integritas fisik bangunan bersejarah.
